Dalam rangka Dies Natalis ke-44 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pattimura, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 10.00–12.00 WIT di SMP Negeri 3 Maluku Tengah, Negeri Asilulu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian FPIK Menuju Desa Binaan dan FPIK Goes to School yang bertujuan mendekatkan pengetahuan perikanan dan kelautan kepada generasi muda sekaligus meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan pesisir dan laut.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMP Negeri 3 Maluku Tengah dilaksanakan secara kolaboratif oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Teknologi Hasil Perikanan (THP), Ilmu Kelautan (IK), dan Oseanografi. Sebanyak 70 siswa kelas IX mengikuti kegiatan dengan antusias dan memperoleh berbagai pengetahuan mengenai perikanan, kelautan, serta pentingnya menjaga sumberdaya dan ekosistem pesisir.
Pada sesi Program Studi MSP, Arielno Sahalessy, S.Pi., M.Si. memberikan edukasi mengenai pentingnya ekosistem lamun bagi ikan dan berbagai biota perairan lainnya. Materi disampaikan secara sederhana dan kontekstual agar siswa memahami bahwa padang lamun bukan sekadar tumbuhan yang hidup di laut, tetapi merupakan habitat penting yang menyediakan tempat berlindung, mencari makan, dan mendukung kehidupan berbagai organisme perairan. “Mengenalkan ekosistem lamun kepada siswa sejak usia sekolah sangat penting karena mereka hidup dekat dengan laut. Ketika anak-anak memahami manfaat lamun bagi ikan dan kehidupan pesisir, kita berharap akan tumbuh kesadaran untuk ikut menjaga ekosistem tersebut,” ujar Arielno Sahalessy.
Kepala SMP Negeri 3 Maluku Tengah, Ramla Henaulu, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengapresiasi FPIK Unpatti yang telah berbagi pengetahuan secara langsung kepada para siswa. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa, khususnya tentang potensi laut dan lingkungan yang berada dekat dengan kehidupan mereka. Kami berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilakukan,” ungkapnya.
Antusiasme juga disampaikan salah satu siswa, Syamsul Bahri Nurlette, yang mengaku memperoleh pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. “Kami senang mengikuti kegiatan ini karena mendapat banyak pengetahuan baru tentang laut, termasuk manfaat lamun bagi ikan dan biota lainnya. Setelah mengikuti kegiatan ini, kami menjadi lebih tahu mengapa lingkungan laut perlu dijaga,” tuturnya. Melalui kolaborasi lintas program studi dalam FPIK Menuju Desa Binaan dan FPIK Goes to School, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga menumbuhkan kepedulian generasi muda Negeri Asilulu terhadap keberlanjutan sumberdaya pesisir dan laut.
(Divio)
