Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura, turut mengambil bagian dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Negeri Assilulu pada 20 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian FPIK Menuju Desa Binaan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-44 FPIK Universitas Pattimura. Pelaksanaan PkM dilakukan secara kolaboratif bersama Program Studi Teknologi Hasil Perikanan dan Agrobisnis Perikanan, dengan menyasar kelompok perempuan pesisir sebagai salah satu kelompok penting dalam pengelolaan sumberdaya dan lingkungan di tingkat masyarakat.
Pada sesi Program Studi MSP, Nur Tasmiah Sirajuddin menyampaikan materi bertajuk “Bahaya Sampah bagi Biota Laut” kepada 23 perempuan jibu-jibu Negeri Assilulu. Materi membahas dampak sampah yang masuk ke lingkungan pesisir dan laut terhadap ikan dan berbagai biota perairan. Peserta juga diajak memahami bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dari daratan dapat terbawa hingga ke laut dan memberikan tekanan terhadap ekosistem serta sumberdaya perikanan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir.

Nur Tasmiah Sirajuddin menekankan bahwa perempuan pesisir memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan perilaku pengelolaan sampah, baik di tingkat rumah tangga maupun masyarakat. “Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat berakhir di pesisir dan laut serta memberikan dampak terhadap biota yang hidup di dalamnya. Melalui edukasi ini, kami berharap ibu-ibu jibu-jibu dapat menjadi bagian dari upaya menjaga laut, dimulai dari kebiasaan sederhana dalam mengurangi dan mengelola sampah sehari-hari,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Susanti Kibas, menilai materi yang diberikan relevan dengan kehidupan sehari-hari perempuan pesisir dan diharapkan dapat diterapkan untuk mendukung aktivitas mereka. Keterlibatan perempuan jibu-jibu menjadi penting karena aktivitas mereka bersentuhan langsung dengan rumah tangga, pasar, hasil perikanan, serta lingkungan pesisir, sehingga pengetahuan mengenai pengelolaan sampah dapat diteruskan dan dipraktikkan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui peningkatan kesadaran pengelolaan sampah, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui upaya mengurangi pencemaran yang berdampak terhadap biota dan ekosistem laut, serta SDG 5: Kesetaraan Gender melalui penguatan pengetahuan dan peran perempuan pesisir dalam pengelolaan lingkungan. Pelaksanaan kegiatan secara lintas program studi juga mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat pesisir.
Melalui rangkaian FPIK Menuju Desa Binaan, kegiatan PkM ini menjadi wujud kontribusi FPIK Unpatti dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Edukasi yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi berkembang menjadi praktik sederhana dan berkelanjutan yang membantu menjaga kebersihan pesisir, melindungi biota laut, dan memperkuat peran masyarakat Negeri Asilulu dalam menjaga sumberdaya laut.
(Cecil)
