
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pattimura memperkuat jejaring kemitraan melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA) dengan Pemerintah Negeri Assilulu dan SMP Negeri 3 Maluku Tengah pada 20 Agustus 2026. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan dalam mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut serta peningkatan literasi kelautan masyarakat.
Implementation Agreement antara Prodi MSP dan Pemerintah Negeri Assilulu diarahkan untuk mendukung program FPIK Menuju Desa Binaan. Melalui kemitraan ini, Negeri Assilulu diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi dosen dan mahasiswa MSP dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, penelitian, pembelajaran berbasis lapangan, serta berbagai kegiatan pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat. Kerja sama ini diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah negeri dan kelompok-kelompok masyarakat.
Sebagai bentuk implementasi nyata kemitraan tersebut, rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) telah dilaksanakan di Negeri Assilulu dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat. Kegiatan tersebut antara lain edukasi tentang pentingnya ekosistem lamun bagi 35 siswa kelas IX SMP Negeri 3 Maluku Tengah, edukasi tentang bahaya sampah bagi biota laut kepada 23 perempuan jibu-jibu Negeri Assilulu, serta Coloring Class: Mengenal dan Menjaga Laut yang melibatkan 20 anak pesisir. Ketiga kegiatan tersebut dirancang untuk menjangkau generasi muda hingga kelompok perempuan pesisir sehingga pesan mengenai pentingnya menjaga sumberdaya dan ekosistem laut dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.
Edukasi mengenai ekosistem lamun disampaikan oleh dosen MSP, Arielno Sahalessy, S.Pi., M.Si., dengan memperkenalkan fungsi padang lamun sebagai habitat, tempat mencari makan, dan ruang penting bagi kehidupan ikan serta berbagai biota perairan. Sementara itu, Nur Tasmiah Sirajuddin, M.Si memberikan edukasi kepada kelompok perempuan jibu-jibu mengenai bahaya sampah terhadap biota laut serta pentingnya peran masyarakat dalam mencegah sampah dari daratan masuk ke lingkungan pesisir dan laut. Melalui kedua kegiatan tersebut, masyarakat diajak memahami keterkaitan antara aktivitas sehari-hari dengan keberlanjutan sumberdaya perairan.
Edukasi lingkungan juga diberikan kepada anak-anak pesisir melalui Coloring Class yang difasilitasi oleh dosen MSP, Cyecilia Pical, S.Pi., M.Si. Anak-anak diajak mengenal berbagai organisme laut melalui aktivitas mewarnai yang kreatif dan menyenangkan, sekaligus memperoleh pesan sederhana tentang pentingnya tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga organisme dan habitat pesisir. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kecintaan, dan kepedulian terhadap laut sejak usia dini.
Koordinator Program Studi MSP, F. W. Ayal, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa penandatanganan Implementation Agreement tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan dokumen kerja sama, tetapi menjadi dasar bagi pelaksanaan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi kedua pihak. “Kami berharap kerja sama ini dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan nyata Tridarma. Negeri Assilulu dapat menjadi mitra bagi dosen dan mahasiswa dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sementara pengetahuan dan hasil kegiatan akademik yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sekretaris Negeri Assilulu, Ali Mahulette, menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap kemitraan dengan Prodi MSP dapat terus berkembang. “Kami menyambut baik kerja sama ini karena Negeri Assilulu memiliki potensi pesisir dan laut yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Kami berharap kehadiran perguruan tinggi melalui berbagai kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian dapat memberikan manfaat serta mendukung pengembangan masyarakat dan sumberdaya yang kami miliki,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Prodi MSP juga menandatangani Implementation Agreement dengan SMP Negeri 3 Maluku Tengah sebagai bagian dari penguatan program FPIK Goes to School. Kemitraan ini menjadikan sekolah sebagai mitra Prodi MSP dalam pelaksanaan Tridarma, terutama untuk pengembangan literasi kelautan dan lingkungan bagi siswa. Kolaborasi tersebut membuka ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan kegiatan edukasi yang kreatif dan kontekstual mengenai ekosistem pesisir, sumberdaya perairan, konservasi, serta berbagai isu lingkungan yang dekat dengan kehidupan siswa di wilayah pesisir.
Kepala SMP Negeri 3 Maluku Tengah, Ramla Henaulu, S.Pd., mengapresiasi terbangunnya kemitraan tersebut. “Kami berharap kerja sama dengan Program Studi MSP tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Kehadiran dosen dan mahasiswa memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman belajar baru, terutama mengenai lingkungan pesisir dan laut yang merupakan bagian dari kehidupan mereka sehari-hari,” tuturnya.
Penandatanganan kedua Implementation Agreement sekaligus pelaksanaan berbagai kegiatan PkM tersebut memperkuat komitmen Prodi MSP FPIK Unpatti untuk membangun kemitraan yang tidak berhenti pada dokumen administratif, tetapi diwujudkan melalui implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang nyata, terukur, dan berkelanjutan. Pemerintah Negeri Assilulu sebagai mitra berbasis masyarakat dan SMP Negeri 3 Maluku Tengah sebagai mitra pendidikan diharapkan menjadi bagian dari ruang pembelajaran dan kolaborasi jangka panjang Prodi MSP dalam pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut serta peningkatan literasi kelautan masyarakat.
Kemitraan dan rangkaian PkM ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui edukasi dan literasi kelautan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui peningkatan kesadaran pengelolaan sampah, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui edukasi perlindungan ekosistem dan biota laut, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah negeri, sekolah, dan masyarakat.
(Cecil)

semangat selalu Prodi MSP